Archive for August, 2006

Menunggu dan menunggu

Monday, August 28th, 2006

Di manapun negaranya, siapapun orangnya, berapapun umurnya,

setinggi apapun status sosialnya, sebagian lebih manusia- manusia di abad

ini memiliki pekerjaan panjang melelahkan yang tidak  mengenal henti dalam

hidup: menunggu!

Sehingga dalam totalitas, dari seratus persen waktu hidup manusia  mungkin

lebih dari 90 persen isinya menunggu.

Bagi orang-orang tertentu, menunggu bahkan dibawa sampai ke alam mimpi.

Bayangkan,  kerap mereka bermimpi menunggu, atau bermimpi sudah sampai.

Berbeda dengan menunggu kereta atau pesawat misalnya, kecewa datang  dalam

frekuensi yang lebih jarang.

Bila yang ditunggu sepuluh jadwal  kereta, mungkin kurang dari setengahnya

saja yang berujung kecewa.

Namun mereka yang hanya mengenal menunggu dalam hidup, hampir selalu

berujung kecewa.

Seorang sahabat di dunia kejernihan pernah bertutur: as soon as the

desired objects are obtained, the happiness ends and new desires arise.

Begitu sesuatu yang diinginkan diperoleh, kebahagiaannya berakhir dan

keinginan baru muncul. Dengan kata lain, setiap garis finish pencaharian

menjadi garis start baru untuk pelarian berikutnya yang lebih berat.

Bisa dimaklumi kalau kemudian kehidupan berwajah berat, keras, lelah,

stress dan sejenisnya.

Berefleksi di atas cermin-cermin kehidupan seperti inilah, maka sejumlah

pejalan kaki di jalan-jalan kejernihan dengan penuh keberanian

menghentikan kegiatan menunggu. Untuk kemudian berkonsentrasi pada masa kini.

Mungkin layak diendapkan, kalau salah  satu diantara pejalan kaki ini

pernah berucap: ’satu-satunya hidup  yang rill dan hidup adalah hari ini.

Masa lalu sudah mati, masa depan belum datang’.

Memang ada benarnya sahabat yang menyebut kalau masa depan disiapkan sejak

hari ini. Cuma, bila begitu sampai kebahagiaannya hilang digantikan oleh

keinginan yang baru, kesia-siaan hanya bisa dihindari kalau berkonsentrasi

di hari ini.

Seorang penulis di jalan-jalan kejernihan bernama Eckhart Tolle dalam  The

Power of NOW, bahkan berani berspekulasi : "authentic human power  is

found by surrendering to the Now".

Tidak saja kegiatan menunggu yang berhenti, tidak saja kecewa yang

berkurang, bahkan kekuatan otentik manusia bisa ditemukan ketika manusia

ikhlas total pada masa kini.

Di bagian lain Tolle menulis :  it is here we find our joy, are able to

embrace our true self. It is  here we discover that we are already

complete and perfect.

Di sini di hari ini, kita bisa berpelukan dengan diri kita yang

sebenarnya. Di tempat yang sama juga kita bisa merasakan betapa kita

sudah lengkap dan sempurna.

Siapapun manusianya, ketika sudah berani melangkah yakin ke hari ini,

berpelukan dengannya, apa lagi menemukan kesempurnaan di

sana

, itulah

tanda-tanda kalau kita mulai keluar dari lingkaran menunggu dan kecewa.

Cerita ini memang hanya kiasan. Orang lain memang tidak bisa memberi

apa-apa sehingga tidak perlu diminta dan ditagih.

Dan di hari ini di dalam sini, sebuah tempat yang sering kita lupakan dan

tinggalkan  melalui kegiatan menunggu dan kecewa, di sanalah emas dan

berliannya  berada, bukan dalam apa yang kita tunggu

Adakah sahabat yang pernah menemukan emas dan berlian di

sana

?

Walahualam bisawab..

(Quote from Gde Prama)

It’s not about waiting…but its about living…..

Him……

Monday, August 28th, 2006

He used to tell me about everything…about his life, his dream, his family…his girl…

His relationship with his love one which stuck just because their different way in expressing how to pray (why this can happen in one religion?..dont know, don’t ask why)

I always enjoy the moment how we get close, and get to know each other

Am I wrong when some awkward feeling come when he is near

Am I wrong when I like his attention to me, care for me and when he choose to sit next to me for hours in the bus when we went out of town, without concerning the yelling from our friends who said that get near with me like that could harm his relationship with his girlfriend (they were only joking, I know that…)

Its warm when he try to comfort me through the way

It feels nice when he try to make me happy just with took drinks for me, or cooked a barbeque seafood for me to eat, or bought me some snacks or food when he left me to go with his friends to the nearest market from our place

Now everything is over

Just don’t know why

Am I wrong if I’m jealous to hear him with other

Am I wrong if that feeling is always coming back when I see him accidentally

If we talk to each other when we meet at the hall, at the lift, when you passed me by through your walk, or even only when little smile come from us when we meet each other through our linger from a far

That awkward feeling sometimes coming back, and a my heart would be fulfilled by warmness just to remind our days long ago

Do you know I always have this feeling for you?

Do you know I sometimes still thinking of you?

Maybe now is the time for us to live in a separate lives

Even when you and me is only separate by a **** away

Buat/Perpanjang SIM sendiri

Saturday, August 19th, 2006

Hari ini gw ngurus perpanjangan SIM ke kantor polisi, sendirian, sesuai pean ibunda, katanya ga usah pake calo….mau polisi kek…ga baik, dan mahal…
so, jadilah tadi gw mencoba menjalani prosedur yang seharusnya…(secara 2 kali ngurus sim itu gw selalu nembak, pertama yang waktu bikin SIM A umur 15 taun, dan kedua waktu perpanjangannya umur 20 taun..)
ternyata….
Coba dech pada ngurus SIM sendiri, dari semua org2 yang ada di kantor polisi tadi, kayanya cuman 10%nya aja yang mau ngurus sim sendiri berdasarkan prosedur yang berlaku
Step-stepnya yaitu (kali aja ada yang mau nyobain..hehe)
1. Daftar dengan ngasiin fotokopi KTP, trus tes kesehatan, bayar 10 ribu
2. ngantri dulu nuggu loket berikutnya buka
3. Daftar asuransi, n bayar asuransinya 15 ribu
4. ngantri dulu nunggu loket berikutnya buka
5. dengerin teori di dlm ruang teori, dan sedikit wejangan2 dr bpk polisi
6. isi biodata, trus test praktek (untuk yg bikin sim baru)
7. ngantri lagi untuk difoto
8. bo ngantrinya lama banget
9. lambreta sekalske
10. difoto
11. nunggu simnya jadi
12.AKHIRNYA…sim gw jadi dlm waktu 3 jam setengah gw nongkrong di kantor polisi
ga susah sich…tapi prosedurnya yang bertele2 dan ga jelas itu loh…halaahh…ga bisa dibikin lebih simple dan efisienkah?
org2 akhirnya milih bayar calo 220 ampe 230 ribu an…krn males nunggu2 kaya gitu…
padahal kenapa ga prosedurnya aja yang dibikin efektif dan efisien?
dan kenapa bpk2 polisi itu ga dikasi gaji yg gede aja sich…jd mrk ga perlu jadi calo (FYI, gw disabot ampe 5 kali lebih waktu mau difoto krn ada org2 yang bikin sim lewat jalur singkat…secara gw udah ngantri buat foto itu bediri aja bbrp wkt, ini tinggal masuk aja, dgn dianterin bpk2 itu…)
mudah2an gw ga menyinggung siapapun..this is just a little sharing
saran gw, cobalah mulai sekarang disiplin, lewat hal2 yang kecil-kecil, biasain ikut peraturan…apakah peraturan dibuat untuk dilanggar?apakah undang2 dibuat untuk mempersulit hal yang sebenernya bisa lebih mudah?
kalo bikin SIM, ya buatlah dengan cara yang seharusnya
kalo ditilang, ya urus lah ke pengadilannya…jangan pengen gampang jalur damai aja..
kalo ga mau ditilang, ya jadilah pengemudi yg tertib dan disiplin…
susahkah itu di bumi Indonesia tercinta ini??????

i believe i can fly

Thursday, August 17th, 2006

..I believe i can fly…..
I believe I can touch the sky…
I think about it every night and day…
spread my wings and fly away..
(lagunya menggugah sekali…hehe…)

2 hari menjelang 25 taun

Thursday, August 17th, 2006

i’m gonna be 25 in two days…..cepet banget sich waktu berlalu, kayanya masi nempel banget memori waktu gw ultah yang ke-17….sweet seventeen party at my home….eh..tiba2 8 taun aja udah berlalu…dan gw akan segera berumur 25….well, age is only a matter of number, right?…hehe
and i enjoy every second of my life…
Thank You God for everything you give
Alhamdulillahi Robbil Aalamiiinn….