Miss Earth 2006

Baru aja ada pemilihan Miss Earth 2006 yang tayang di Starworld TV. Buat apa ya sebenernya beauty pageant seperti itu. Dulu gw pikir itu cuman rekayasa kaum adam aja, eksplotasi keindahan kaum hawa dengan topeng pemilihan yang seolah-olah mengelu-elukan kaum perempuan, padahal akhirnya tetep aja ujung-ujungnya itu hanya penilaian perempuan dilihat dari kemolekan badan, kecantikan fisik, keindahan tubuh, tinggi badan, dan semuanya itu akhirnya tujuannya ya untuk bikin laki-laki seneng. Siapa coba laki-laki normal ya ga seneng liat cewe cakep.
Tapi kalo gw liat pemilihan Miss Earth tadi, kayanya itu acara bagus juga. Mereka mencari icon yang bisa membentuk awareness untuk mencintai bumi. Gitu aja sich temanya, aktivitas cewe-cewe cantik itu selama masa karantina Miss Earth diantaranya bersihin sampah di pantai, nyapu jalanan, tanam pohon-pohon, ya cukup positif dan realistis juga.
Mungkin itu bisa bikin orang-orang yang numpang hidup di bumi itu sadar kalo lingkungan itu juga penting untuk diperhatiin, ga usah susah-susah atau ampe makan biaya banyak atau ngabisin energi, cukup dari buang sampah jangan sembarangan, biasain lah buang ke tempat sampah, kalo ga ada tempat sampah ya simpen dulu di tas, buang sampe nemu tempat sampah. Kadang-kadang suka ilfil ga sih kalo ada mobil-mobil keren di jalanan tau-tau penumpangnya ngelempar sampah keluar. Please dech, mampu beli mobil mentereng koq ya ga pernah diajarin buang sampah ke tempatnya. Atau jangan ngeludah sembarangan. Kalo di Singapura pasti udah didenda. Masa sih nelen ludah aja susah. Kalo pengen ngeludah kan bisa di kamar mandi, di wastafel, atau pake tisu gitu. Kenapa sich ludah sendiri koq dibuang sembarangan. Bikin jalanan jadi kaya tempolong. Buang permen karet ya jangan ditempel di kolong meja atau kursi sembarangan. Segitu susahnya apa nyimpen plastik bungkusnya buat ngebuang permennya nanti.
Dan jangan pipis sembarangan, terutama cowok!(ga mungkin juga kali cewe jongkok dimana-aja, kecuali di hutan atau di gunung yang ga ada WC dalam hitungan kilomter jauhnya). Kalo ini gw gemes banget, secara toilet itu kan dimana-mana ada, hari gini gitu loh. Baunya itu kan engga banget dech. Kapan ya orang Indonesia bisa mulai cinta lingkungan, mulai berubah jadi lebih tertib. Mudah-mudahan ga cuman mimpi doang. Kalo para finalis Miss Earth yang cantik-cantik itu mau bikin tangannya kotor dengan bersihin jalanan dan mungutin sampah-sampah, masa kita-kita yang tampangnya lebih ”biasa” dan hidupnya lebih ”biasa” ga bisa lebih aware daripada mereka.
Back to the bauty pageant, ternyata sodara-sodara, pengamatan gw yang bilang pemilihan Miss Earth itu keliatan lebih positif dan realistis itu harus menghasilkan kekecewaan pada akhirnya. Gw jagoin Miss Philipina, sarjana psikologi, looks bright, smart, attractive and confident. Cocok banget untuk jadi Miss Earth 2006. Dia harus kalah sama Miss India (yang udah punya nama menelurkan sejumlah Miss Miss lainnya, secara katanya di India itu ada institusi khusus yang tujuannya menghasilkan cewe-cewe untuk ikut Beauty Pageant, salah satunya untuk mengangkat nama India di dunia internasional), dan most of all dia kalah sama Miss Chile.Padahal jangankan ketauan pinter atau engga, Miss Chile itu ga bisa bahasa inggris!!. Dia cuman bisa ngomong “I’m very very very happy to be her”. Bahkan ngomong very nya aja ampe 3 kali, satu kali aja kan cukup. Dan kalimat itu dia ulang-ulang tiap ada interview. Yah mungkin this is nadine part two. Miss Chile itu hanya unggul di CANTIK. She has beautiful eyes, great smile, good looking, tall, badan yang berlekuk-lekuk. Tapi kalo soal otak, engga banget dech. Menurut gw, English speaking is a must when you try to penetrate to international world. Nobody will understand you unless you use the international language. Itu udah kelemahan yang fatal banget. Dan yang lebih fatal lagi jurinya yang udah milih orang yang bahkan ga bisa bahasa inggis untuk jadi duta di dunia.
Yah sekali lagi pandangan gw tentang pemilihan-pemilihan seperti itu, mengecewakan. It’s very subjective, judgemental, and sometimes unfair.

Leave a Reply