Menunggu dan menunggu

August 28th, 2006 by dewisavitri007

Di manapun negaranya, siapapun orangnya, berapapun umurnya,

setinggi apapun status sosialnya, sebagian lebih manusia- manusia di abad

ini memiliki pekerjaan panjang melelahkan yang tidak  mengenal henti dalam

hidup: menunggu!

Sehingga dalam totalitas, dari seratus persen waktu hidup manusia  mungkin

lebih dari 90 persen isinya menunggu.

Bagi orang-orang tertentu, menunggu bahkan dibawa sampai ke alam mimpi.

Bayangkan,  kerap mereka bermimpi menunggu, atau bermimpi sudah sampai.

Berbeda dengan menunggu kereta atau pesawat misalnya, kecewa datang  dalam

frekuensi yang lebih jarang.

Bila yang ditunggu sepuluh jadwal  kereta, mungkin kurang dari setengahnya

saja yang berujung kecewa.

Namun mereka yang hanya mengenal menunggu dalam hidup, hampir selalu

berujung kecewa.

Seorang sahabat di dunia kejernihan pernah bertutur: as soon as the

desired objects are obtained, the happiness ends and new desires arise.

Begitu sesuatu yang diinginkan diperoleh, kebahagiaannya berakhir dan

keinginan baru muncul. Dengan kata lain, setiap garis finish pencaharian

menjadi garis start baru untuk pelarian berikutnya yang lebih berat.

Bisa dimaklumi kalau kemudian kehidupan berwajah berat, keras, lelah,

stress dan sejenisnya.

Berefleksi di atas cermin-cermin kehidupan seperti inilah, maka sejumlah

pejalan kaki di jalan-jalan kejernihan dengan penuh keberanian

menghentikan kegiatan menunggu. Untuk kemudian berkonsentrasi pada masa kini.

Mungkin layak diendapkan, kalau salah  satu diantara pejalan kaki ini

pernah berucap: ’satu-satunya hidup  yang rill dan hidup adalah hari ini.

Masa lalu sudah mati, masa depan belum datang’.

Memang ada benarnya sahabat yang menyebut kalau masa depan disiapkan sejak

hari ini. Cuma, bila begitu sampai kebahagiaannya hilang digantikan oleh

keinginan yang baru, kesia-siaan hanya bisa dihindari kalau berkonsentrasi

di hari ini.

Seorang penulis di jalan-jalan kejernihan bernama Eckhart Tolle dalam  The

Power of NOW, bahkan berani berspekulasi : "authentic human power  is

found by surrendering to the Now".

Tidak saja kegiatan menunggu yang berhenti, tidak saja kecewa yang

berkurang, bahkan kekuatan otentik manusia bisa ditemukan ketika manusia

ikhlas total pada masa kini.

Di bagian lain Tolle menulis :  it is here we find our joy, are able to

embrace our true self. It is  here we discover that we are already

complete and perfect.

Di sini di hari ini, kita bisa berpelukan dengan diri kita yang

sebenarnya. Di tempat yang sama juga kita bisa merasakan betapa kita

sudah lengkap dan sempurna.

Siapapun manusianya, ketika sudah berani melangkah yakin ke hari ini,

berpelukan dengannya, apa lagi menemukan kesempurnaan di

sana

, itulah

tanda-tanda kalau kita mulai keluar dari lingkaran menunggu dan kecewa.

Cerita ini memang hanya kiasan. Orang lain memang tidak bisa memberi

apa-apa sehingga tidak perlu diminta dan ditagih.

Dan di hari ini di dalam sini, sebuah tempat yang sering kita lupakan dan

tinggalkan  melalui kegiatan menunggu dan kecewa, di sanalah emas dan

berliannya  berada, bukan dalam apa yang kita tunggu

Adakah sahabat yang pernah menemukan emas dan berlian di

sana

?

Walahualam bisawab..

(Quote from Gde Prama)

It’s not about waiting…but its about living…..

Him……

August 28th, 2006 by dewisavitri007

He used to tell me about everything…about his life, his dream, his family…his girl…

His relationship with his love one which stuck just because their different way in expressing how to pray (why this can happen in one religion?..dont know, don’t ask why)

I always enjoy the moment how we get close, and get to know each other

Am I wrong when some awkward feeling come when he is near

Am I wrong when I like his attention to me, care for me and when he choose to sit next to me for hours in the bus when we went out of town, without concerning the yelling from our friends who said that get near with me like that could harm his relationship with his girlfriend (they were only joking, I know that…)

Its warm when he try to comfort me through the way

It feels nice when he try to make me happy just with took drinks for me, or cooked a barbeque seafood for me to eat, or bought me some snacks or food when he left me to go with his friends to the nearest market from our place

Now everything is over

Just don’t know why

Am I wrong if I’m jealous to hear him with other

Am I wrong if that feeling is always coming back when I see him accidentally

If we talk to each other when we meet at the hall, at the lift, when you passed me by through your walk, or even only when little smile come from us when we meet each other through our linger from a far

That awkward feeling sometimes coming back, and a my heart would be fulfilled by warmness just to remind our days long ago

Do you know I always have this feeling for you?

Do you know I sometimes still thinking of you?

Maybe now is the time for us to live in a separate lives

Even when you and me is only separate by a **** away

Buat/Perpanjang SIM sendiri

August 19th, 2006 by dewisavitri007

Hari ini gw ngurus perpanjangan SIM ke kantor polisi, sendirian, sesuai pean ibunda, katanya ga usah pake calo….mau polisi kek…ga baik, dan mahal…
so, jadilah tadi gw mencoba menjalani prosedur yang seharusnya…(secara 2 kali ngurus sim itu gw selalu nembak, pertama yang waktu bikin SIM A umur 15 taun, dan kedua waktu perpanjangannya umur 20 taun..)
ternyata….
Coba dech pada ngurus SIM sendiri, dari semua org2 yang ada di kantor polisi tadi, kayanya cuman 10%nya aja yang mau ngurus sim sendiri berdasarkan prosedur yang berlaku
Step-stepnya yaitu (kali aja ada yang mau nyobain..hehe)
1. Daftar dengan ngasiin fotokopi KTP, trus tes kesehatan, bayar 10 ribu
2. ngantri dulu nuggu loket berikutnya buka
3. Daftar asuransi, n bayar asuransinya 15 ribu
4. ngantri dulu nunggu loket berikutnya buka
5. dengerin teori di dlm ruang teori, dan sedikit wejangan2 dr bpk polisi
6. isi biodata, trus test praktek (untuk yg bikin sim baru)
7. ngantri lagi untuk difoto
8. bo ngantrinya lama banget
9. lambreta sekalske
10. difoto
11. nunggu simnya jadi
12.AKHIRNYA…sim gw jadi dlm waktu 3 jam setengah gw nongkrong di kantor polisi
ga susah sich…tapi prosedurnya yang bertele2 dan ga jelas itu loh…halaahh…ga bisa dibikin lebih simple dan efisienkah?
org2 akhirnya milih bayar calo 220 ampe 230 ribu an…krn males nunggu2 kaya gitu…
padahal kenapa ga prosedurnya aja yang dibikin efektif dan efisien?
dan kenapa bpk2 polisi itu ga dikasi gaji yg gede aja sich…jd mrk ga perlu jadi calo (FYI, gw disabot ampe 5 kali lebih waktu mau difoto krn ada org2 yang bikin sim lewat jalur singkat…secara gw udah ngantri buat foto itu bediri aja bbrp wkt, ini tinggal masuk aja, dgn dianterin bpk2 itu…)
mudah2an gw ga menyinggung siapapun..this is just a little sharing
saran gw, cobalah mulai sekarang disiplin, lewat hal2 yang kecil-kecil, biasain ikut peraturan…apakah peraturan dibuat untuk dilanggar?apakah undang2 dibuat untuk mempersulit hal yang sebenernya bisa lebih mudah?
kalo bikin SIM, ya buatlah dengan cara yang seharusnya
kalo ditilang, ya urus lah ke pengadilannya…jangan pengen gampang jalur damai aja..
kalo ga mau ditilang, ya jadilah pengemudi yg tertib dan disiplin…
susahkah itu di bumi Indonesia tercinta ini??????

i believe i can fly

August 17th, 2006 by dewisavitri007

..I believe i can fly…..
I believe I can touch the sky…
I think about it every night and day…
spread my wings and fly away..
(lagunya menggugah sekali…hehe…)

2 hari menjelang 25 taun

August 17th, 2006 by dewisavitri007

i’m gonna be 25 in two days…..cepet banget sich waktu berlalu, kayanya masi nempel banget memori waktu gw ultah yang ke-17….sweet seventeen party at my home….eh..tiba2 8 taun aja udah berlalu…dan gw akan segera berumur 25….well, age is only a matter of number, right?…hehe
and i enjoy every second of my life…
Thank You God for everything you give
Alhamdulillahi Robbil Aalamiiinn….

Tamasya (the story continue)

July 22nd, 2006 by dewisavitri007

wuaaahhh…cerita gw belum selesai…lanjut dah

THE WEDDING
Acara utama ke jogja ini sich sepertinya untuk ke kawinan, tapi kayanya malahan banyak acara jalan2nya yach?? kawinannya makanannya enak2, banyak, dan yang jadi perhatian kita2 malahan foto2
foto di gedung, foto di luar gedung, foto di parkiran, foto di depan tulisan Universitas Gajah Mada, foto rapi, foto gila, foto sama penganten…
seru dech, mudah2an mbak ade dan suami menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah, dan cepet dapet buntut, amin

THE DREAMS
Di sepanjang perjalan solo jogja itu kita ngobrol2, tentang karir, kerjaan, gaji, kemungkinan pindah ke tempat laen, dan ngayal2 ga jelas gimana kalo misalnya punya gaji ampe 8 digit….buat apa aja ya duitnya…mmmm….ke starbuck tiap sore?ganti mobil tiap 2 taun sekali?beli gadget yang keren2?beli hape yang paling canggih?shopping di mall ga perlu ngeliat harga….
mikirin gimana cara dapetin keahlian yang menjual, pindah kerja…yach seru lakh…gw tau temen2 gw orang2 hebat, specially indra yang udah jadi kesayangan miss M n si kentung (khehehehe…piss man..) dan mang olla yang skrg maenannya udah meeting2 sama direksi n komisaris…(huhuyy..), age yang berdedikasi tinggi sekali….duluan jadi manager ntar lu ge…hihihih….rike yang doyan banget baca n belajar….yah mudah2an kita semua sukses menggapai impian masing2…amin
mudah2an kalo udah pada jadi orang sukses kita masih temenan baek…jangan lupa cipratin temennya..kheheheh

GOING HOME
akhirnya perjalanan berakhir…musti pulang euy..senen khan kerja
setelah beli oleh2 di piapia n di pathuk, akhirnya perjalanan di mulai, lewat jalur selatan. Gila jalannya bikin pusing, dan supir gw nyupir kaya orang gila….perut gw serasa dikocok2…di majenang kita berenti dulu untuk makan malem, dan di jalan spontaniously tercetus gw mau pulang kebandung aja, senen ambil cuti dan gw diturunin di bandung
turunlah gw di bandung, nyampe rumah jam 12 malem. setelah berangkat dari jogja nya jam 3 sore
end of the journey…

gw bersyukur ga balik hari senennya, krn cilacap gempa hari senen!!dan daerah pantau selatan ada tsunami…untung lah semua kembali dari jogja dgn selamat…
and back to work….to the rutinity in the city

TAMASYA KE PEDESAAN DI JAWA TENGAH

July 17th, 2006 by dewisavitri007

Diriku abis melalui perjalanan yang seru banget, menghadiri nikahan salah satu temen di jogja, dan aklhirnya berangkatlah kita (gw, rike, age, donny, olla, indra…) ke solo (krn kami nginep disana) untuk kemudian kumpul dengan tmn2 lainnya yang berangkat ke jogja naek kereta

THE PLAN
Sebenernya kita tuh niatnya mau ke solo naek plane, mau ngegaya gitu loh…apadaya kantong ga nyampe, setelah tau harga tiket pesawat naek gila2an di musim lburan anak seklahan kaya gini, mau naek kereta eksekutif..mahal juga bo….mau naek kereta bisnis…cewe-cewe (termasuk gw) kayanya mikir ulang dech..tar gimana wcnya..cuman itu sich yang jadi pertimbangan…sama duduk tegak selama berjam-jam…
akhirnyaaaa…diputuskan kita berangkat naek mobil..mengingat biaya yg lebih murrahh n sepertinya lebih nyaman, kalo bosen khan tingal berenti2 dijalan

THE DAY
hari H akhirnya tiba, kita berencana pergi hari jumat malem..Apa mau dikata entah kenapa koq gw kena kejadian macem2 yang menguji kesabaran banget lah…ga disangka-sangka..
pertama….baju kondangan gw ketingalan di bandung..yang gw bawa sepertinya kurang appropriate (according to keukeu n kk sang…rike n age yang ngeliat baju2 gw..)…semua baju udah gw keluarin dari lemari…ga ada satupun yg kayanya pantes buat kondangan..dan lebih parah lagi gw juga ga ada jilbab yang bisa gw pake buat padanannya!!!OMGPDA….parah dech gw..
kedua….kita kan pake supir kk gw, krn cowo-cowo itu (donny, olla,  indra)..pada males kalo musti nyupir jkt-jateng..nah, si supir kk gw itu dari pagi ampe sore di hari jumatnya itu ngurusin stnk mobil kk gw yg ilang.walhasil dia ga sempet bawa perbeklan apapun untuk ke jkt, dan kk gw dengan teganya nurunin si pak supir itu di travel hanya dengan selembar baju di badan!!ya ampyun..kasian banget do’i..mau pergi ke jawa 3 hari pula….akhirnya gw harus merelakan bbrp kaos oblong, dan persediaan sikat gigi dan odol gw, plus handuk untuk si pak supi (kebayang dong kalo dia 3 hari kaga mandi…kita2 di mobil bisa mabuk bo..)
ketiga…..wkt menunjukkan jam 4 sore di hari jumat yang ceria itu..dan tambalan gigi gw lepas!!!Omigod…gila aja, bener2 kasus gigi yang muncul di saat yang tidak tepat..secara bbrp jam lagi gw musti siap2 berangkat ke jawa, akhirnya jam setengah 5 gw ijin pulang, dan mampir dulu ke dokter gigi…cobaan belum berenti krn ternyata kasus gigi gw itu bisa makan biaya almost 2 juta perak!!buset bo..mahal amat dah…akhirnya gigi gw itu diobation dulu, dan perawatan supposed to continue later..dan perjuangan gw belum berenti krn gw masi musti ngambil baju pinjeman buat kondangan ke kosan mba deassy, lucky me akhirnya ada baju yang lumayan cocok dan ukurannya pas…Thank God
age ampe bilang jangan2 gw harusnya ga berangkat, mengingat banyaknya kejadian tak diduga-duga yang kayanya adaaaa aja…duh…
akhirnya, setelah grusa-grusu ga jelas, dan nungguin olla yang musti beresin kerjaannya ampe jam 8 mlm…berangkatlah kita ke arah solo.
Waktu menunjukkan jam 9 malem, start dari mcdonalds sarinah thamrin
buseeettt…jalanan jakarta macet bet!!pusyiinggg dech

THE JOURNEY

Tujuan kita pertama ke Solo, lewat semarang. Di semarang kita nyampe jam 8 an pagi..dan kita mampir untuk sarapan, makan soto semarang. Aneh dech soto di semarang rasanya manis, kaya kolak..gw berinisiatif untuk nambahin garem biar ga terlalu manis (ga cocok buat lidah sunda gw ini..) eh, yang ada soto gw rasanya jadi kaya ORALIT, gagapa dech tetep gw abisin krn lapar..hehe
jam setengah 11 akhirnya kita nyampe dech di Solo, gile ya perjalanannya ampir 14 jam!Waktu di pamanukan-cirebon itu macet banget, ga tau dech kenapa, tulisannya sich katanya ada perbaikan jalan, ga tau jg beneran diperbaikin apa cuman tulisan nampang doan n jalannya ga bener2..
Rumah teman kita di solo itu besar betul..kaya pendopo rumah2 jaman dulu di jawa tengah, tapi isinya modern, ac dimana2 padahal ruangannya besar n terbuka..dan di belakangnya ada kuburan..hiiyy…seremm
tapi generally it was a beautiful house, with ethnic style..keren lah..kayu dimana-mana, dan bergaya jawa banget
Setelah makan siang perjalanan berlanjut, kita menuju jogja untuk ketemu sama temen2 lainnya.
Trus kita makan di tempat yang yang pake saung2 ada ikan di bawahnya itu (lupa lagi gw namanya…maap), setelah dari situ kita ke mirota batik. Murah2 dech batiknya, dan banyak tas lucu2, gw beli tas buat nyokap gw disitu
Setelah dari mirota, kita menuju ke malioboro untuk jalan2, nyari oleh2 atau cuman liat2 doang. Trus beli wedang ronde
Di malioboro ampe jam 8 malem, trus kita makan ke (gw lupa jg namanya, maap lagi..hehe) makan bebek goreng, burung dara, dan macem2…live musicnya itu loh mana tahan, dangdut koplo, dan yang nyanyinya anak kecil tapi suaranya kaya org gede, gw ampe sempet request minta lagi apa aja asal jangan dangdut (maap juga ya para pecinta dangdut, tapi dangdut bener2 ga masuk dech di telinga gw..hehe)
setelah kenyang, kita nyempetin juga maen ke alun-alun selatan, ada beringin kembar disitu yang katanya kalo kita berhasil jalan melewati tengah2nya selama 3 kali berturut-turut, your wish will come true!!
Kita semua nyobain…it was fun..ketawa-ketawa, dan ngetawain orang..hehe
yang sukses sigit, dengan gaya jalan paskibranya dengan sukses berhasil jalan lewat di tengah beringin kembar itu dengan mata tertutup, tapi dia jg males mau nyoba untuk yg kedua n ketiga kalinya
so..ga ada yang tau juga mitos itu bener ato engga…tapi orang2 banyaaak banget disana yang nyobain..
yah percaya ga percaya lah..but better no to believe..hehe
setelah cape akhirnya kita bubaran disitu. dan kami2 yang nginep di solo balik ke solo
perjalanan hari berikutnya adalah…dateng ke nikahan si mbok…acara utama kita di jogja..
but,  gw cape, so besok gw terusin ceritanya okehhhh

to be continue

Next episode:
THE WEDDING
THE DREAMS
GOING HOME

SUPARMAN KEMBALI

July 8th, 2006 by dewisavitri007

akhirnya..tadi jadi juga nonton superman returns…di ciwalk..buset dah ngantrinyaaaaaa
kesimpulan akhirnya tadi :superman ganteng
sisanya…..lois lane nyebelin!!jadi org koq ya aneh banget sich
bbrp kritik gw untuk film ini, terutama yang berkaitan dgn lois lane
koq dia kurang okeh sich…ga sekeren teri hatcher waktu dulu, kurang cantik, kurang berkharisma, dan terkesan egois, dan cuman merhatiin diri sendiri doang, self center abis dech, dan banya kata2nya yang terdengar agak2 munafik..
misal:
1. dia katanya cinta sama superman…cinta?apa itu cinta?masa cinta cuman bisa ngeliat kehebatan supermannya doang…cinta itu harusnya bisa ngeliat ke dalem, ke jiwa, masa dia ga bisa atau sama sekali ga ngenalin superman sich?masa ga tau kalo superman itu clark kent?kasian banget clark kentnya cuman dipandang sebelah mata..picik banget…itu bukan cinta kali, tapi kagum..sama superman yang heroik, hebat, keren, disanjung banyak org…
2. dia bikin tulisan "why the world doesnt need superman" dia bilang "if the world doesnt need a savior, why would i need a savior" bokis banget, secara dia terus living together sama richard, ngebesarin anak sama richard, berarti dia juga udah manfaatin richard dong, as her savior, muna banget, katanya ga butuh savior…kalo emang ga butuh, knp dia ga hidup sendiri aja…tetep setia nunggu superman, or bener2 mandiri, ga didampingin sapa2..ga konsisten dech
3. superman bikin anaknya gimana ya?ga kebayang…baju2 nya itu gimana ya?dan masa udah dalam keadaan begitu" lois masi ga bisa ngenalin kalo superman IS clark kent…aneh banget
4. pokonya gw ga suka sama lois lane nya

selain itu, lex luthornya aneh…kurang sadis, kurang hidup karakternya..malah jadi kaya penjahat bodoh yang konyol…
trus kata2 yang dibilang superman ke anaknya itu apa sich maksudnya…a son will be a father, a father will be a son..naon eta…
yang masih bikin terhibur paling superman yang ganteng nya aja dech…meskipun dia jarang sekali ngomong…

ya lumayan lah, buat hiburan..dan nostalgia jaman baheula, jadi teringat masa2 waktu masih kecil suka nonton superman

Man, or something like it

July 6th, 2006 by dewisavitri007

Head Office, 09 Juni 2006

Sore-sore enaknya pulang terus tidur dech…kenapa ya badan koq rasanya pegel2 n agak meriang, mudah2an bukan birdflu..hehe…Hari Jumat gitu loh….undangan dugem n ngafe sudah menanti (halah…wae…)

Yang sekarang judulnya “lelaki”

Kenapa lelaki, krn tadi gw dapet inspirasi buat nulis dari seorang lelaki

Man at late thirty, almost forty, and still single

Not that he’s ugly, or jobless, or not fun to be with, or a guy with bad attitude

But “according to him”, he hasn’t married because of himself

Dia berpikir kalau daripada dia berkomitmen untuk “stay forever” dengan seorang wanita, dan kemudian dia ga bisa ngejaga komitmen itu, mendingan dia “kabur” aja

Dia selalu mikir “mau berpetualang dulu ah, mau cari yang laen ah, mungkin ada yang lebih baik….atau ntar dia udah serius taunya dia nemu someone better yang bikin dia tertarik, dia itu gampang sekali tergoda dech ceritanya

For me, it’s quite shocking….dari umur 25 an ampe umurnya sekarang…masi mikir kaya gitu…common….

So, maybe guys are hard to change, don’t ever try to change them

Kalao memang gitu adanya…let them…its their own choice

So far, gw cuman bisa memberikan paradigma2 gw tentang komitmen dan pernikahan, biar dia kawin gitu loh, kalo misal dia baru punya anak umur 40 (skr aja umurnya 39, masi jomblo), pas anaknya masuk kuliah dia bakalan umur brp?cowo2 suka pada mikir ga sich ngitung2 perbandingan usia anaknya sama mrk nantinya…pas dia umur 55 (pas pensiun lah) kira2 idealnya anaknya saat itu umur brp, bagusnya sich anaknya kan udal lulus kuliah…sekolah itu mahal, well emang sich manusia itu kan cuman bisa merencanakan, Tuhan yg menentukan, tapi ga ada salahnya kan bikin rencana…

But my message are…

Misal, teman2 wanita sekalian pernah ngerasa ditolak lelaki…don’t be sad or pessimistic

Maybe you’d think that he doesn’t like you or you’d feel unexpected for him..or worse, you think that you’re ugly

Not …

Salahnya bukan di kita sebagai kaum wanita koq…

Temen gw itu cerita kalo dia udah beberapa kali deket sama cewe, get closer, almost serious…ampir kawin malah! but he runaway because of his own thought

Komentar cewe2 yang pernah deket dia itu rata2 pada bilang:

“Koq kamu gitu sich, deketin aku, tapi tau-tau kamunya kabur”

“Aku kayanya mau cari yang serius aja dech, kalo sama kamu terus aku bisa sakit hati..”

“Kenapa sich kita udah deket, tapi kamu selalu menghindar kalo aku ngomongin perkawinan…”

well..sounds familiar???

So, buat yang ngerasa pernah ditolak cowo, atau yang ngerasa pernah deket ma cowo tau-tau cowonya “kabur”….dont let your self esteem down…

It’s fine with you gals…not your fault at all

Its just that you haven’t meet the right one

nice writing, read it

May 13th, 2006 by dewisavitri007

Aku Ingin Anak Lelakiku Menirumu
Oleh : Neno Warisman - ‘Izinkan Aku Bertutur’

Ketika lahir, anak lelakiku gelap benar kulitnya, Lalu kubilang pada
ayahnya: “Subhanallah, dia benar-benar mirip denganmu ya!”
Suamiku menjawab: “Bukankah sesuai keinginanmu? Kau yang bilang kalau
anak lelaki ingin seperti aku.”

Aku mengangguk. Suamiku kembali bekerja seperti biasa.
Ketika bayi kecilku berulang tahun pertama, aku mengusulkan
perayaannya dengan mengkhatam kan Al Quran di rumah Lalu kubilang
pada suamiku: “Supaya ia menjadi penghafal Kitabullah ya,Yah.”
Suamiku menatap padaku seraya pelan berkata: “Oh ya. Ide bagus itu.”

Bayi kami itu, kami beri nama Ahmad, mengikuti panggilan Rasulnya.
Tidak berapa lama, ia sudah pandai memanggil-manggil kami berdua:
Ammaa. Apppaa. Lalu ia menunjuk pada dirinya seraya berkata: Ammat!
Maksudnya ia Ahmad. Kami berdua sangat bahagia dengan kehadirannya.
Ahmad tumbuh jadi anak cerdas, persis seperti papanya. Pelajaran
matematika sederhana sangat mudah dikuasainya. Ah, papanya memang
jago matematika. Ia kebanggaan keluarganya. Sekarang pun sedang S3 di
bidang Matematika. Ketika Ahmad ulang tahun kelima, kami mengundang
keluarga. Berdandan rapi kami semua. Tibalah saat Ahmad menjadi bosan
dan agak mengesalkan. Tiba-tiba ia minta naik ke punggung papanya.
Entah apa yang menyebabkan papanya begitu berang, mungkin menganggap
Ahmad sudah sekolah, sudah terlalu besar untuk main kuda-kudaan, atau
lantaran banyak tamu dan ia kelelahan.

Badan Ahmad terhempas ditolak papanya, wajahnya merah, tangisnya
pecah, Muhammad terluka hatinya di hari ulang tahunnya kelima. Sejak
hari itu, Ahmad jadi pendiam. Murung ke sekolah, menyendiri di
rumah. Ia tak lagi suka bertanya, dan ia menjadi amat mudah marah.
Aku coba mendekati suamiku, dan menyampaikan alasanku. Ia sedang
menyelesaikan papernya dan tak mau diganggu oleh urusan seremeh itu,
katanya.

Tahun demi tahun berlalu. Tak terasa Ahmad telah selesai S1. Pemuda
gagah, pandai dan pendiam telah membawakan aku seorang mantu dan
seorang cucu. Ketika lahir, cucuku itu, istrinya berseru sambil
tertawa-tawa lucu:

“Subhanallah! Kulitnya gelap, Mas, persis seperti kulitmu!”
Ahmad menoleh dengan kaku, tampak ia tersinggung dan merasa malu.
“Salahmu. Kamu yang ingin sendiri, kan. Kalau lelaki ingin seperti aku!”

Di tanganku, terajut ruang dan waktu. Terasa ada yang pedih di
hatiku. Ada yang mencemaskan aku. Cucuku pulang ke rumah, bulan
berlalu.

Kami, nenek dan kakeknya, datang bertamu. Ahmad kecil sedang
digendong ayahnya. Menangis ia. Tiba-tiba Ahmad anakku menyergah
sambil berteriak menghentak, “Ah, gimana sih, kok nggak dikasih
pampers anak ini!” Dengan kasar disorongkannya bayi mungil itu.

Suamiku membaca korannya, tak tergerak oleh suasana. Ahmad, papa
bayi ini, segera membersihkan dirinya di kamar mandi.

Aku, wanita tua, ruang dan waktu kurajut dalam pedih duka seorang
istri dan seorang ibu. Aku tak sanggup lagi menahan gelora di dada
ini. Pecahlah tangisku serasa sudah berabad aku menyimpannya.
Aku rebut koran di tangan suamiku dan kukatakan padanya: “Dulu kau
hempaskan Ahmad di lantai itu! Ulang tahun ke lima, kau ingat? Kau
tolak ia merangkak di punggungmu! Dan ketika aku minta kau perbaiki,
kau bilang kau sibuk sekali. Kau dengar? Kau dengar anakmu tadi? Dia
tidak suka dipipisi. Dia asing dengan anaknya sendiri!”

Allahumma Shali ala Muhammad. Allahumma Shalli alaihi wassalaam.
Aku ingin anakku menirumu, wahai Nabi. Engkau membopong cucu-cucumu
di punggungmu, engkau bermain berkejaran dengan mereka Engkau bahkan
menengok seorang anak yang burung peliharaannya mati. Dan engkau pula
yang berkata ketika seorang ibu merenggut bayinya dari gendonganmu,
“Bekas najis ini bisa kuseka, tetapi apakah kau bisa menggantikan
saraf halus yang putus di kepalanya?”

Aku memandang suamiku yang terpaku. Aku memandang anakku yang tegak
diam bagai karang tajam. Kupandangi keduanya, berlinangan air mata.
Aku tak boleh berputus asa dari Rahmat-Mu, ya Allah, bukankah begitu?

Lalu kuambil tangan suamiku, meski kaku, kubimbing ia mendekat
kepada Ahmad. Kubawa tangannya menyisir kepala anaknya, yang
berpuluh tahun tak merasakan sentuhan tangan seorang ayah yang didamba.

Dada Ahmad berguncang menerima belaian. Kukatakan di hadapan mereka
berdua, “Lakukanlah ini, permintaan seorang yang akan dijemput ajal
yang tak mampu mewariskan apa-apa: kecuali Cinta. Lakukanlah, demi
setiap anak lelaki yang akan lahir dan menurunkan keturunan demi
keturunan. Lakukanlah, untuk sebuah perubahan besar di rumah tangga
kita! Juga di permukaan dunia. Tak akan pernah ada perdamaian selama
anak laki-laki tak diajarkan rasa kasih dan sayang, ucapan
kemesraan, sentuhan dan belaian, bukan hanya pelajaran untuk menjadi jantan
seperti yang kalian pahami. Kegagahan tanpa perasaan.

Dua laki-laki dewasa mengambang air di mata mereka. Dua laki-laki
dewasa dan seorang wanita tua terpaku di tempatnya. Memang tak mudah
untuk berubah. Tapi harus dimulai. Aku serahkan bayi Ahmad ke
pelukan suamiku. Aku bilang: “Tak ada kata terlambat untuk mulai, Sayang.”

Dua laki-laki dewasa itu kini belajar kembali. Menggendong bersama,
bergantian menggantikan popoknya, pura-pura merancang hari depan si
bayi sambil tertawa-tawa berdua, membuka kisah-kisah lama mereka
yang penuh kabut rahasia, dan menemukan betapa sesungguhnya di antara
keduanya Allah menitipkan perasaan saling membutuhkan yang tak
pernah terungkapkan dengan kata, atau sentuhan.

Kini tawa mereka memenuhi rongga dadaku yang sesak oleh bahagia,
syukur pada-Mu Ya Allah! Engkaulah penolong satu-satunya ketika
semua jalan tampak buntu. Engkaulah cahaya di ujung keputusasaanku.

Tiga laki-laki dalam hidupku aku titipkan mereka di tangan-Mu.
Kelak, jika aku boleh bertemu dengannya, Nabiku, aku ingin sekali berkata:

“Ya, Nabi. aku telah mencoba sepenuh daya tenaga untuk mengajak mereka semua
menirumu!”

Amin, Alhamdulillah